Sektor Ritel Johor Bahru Alami Lonjakan Pesat Menjelang Tahun Baru Imlek 2026

Sektor Ritel Johor Bahru Alami Lonjakan Pesat Menjelang Tahun Baru Imlek 2026

JOHOR BAHRU – Lanskap ritel di Johor Bahru tengah menyaksikan lonjakan aktivitas komersial yang masif seiring persiapan kota ini menyambut Tahun Baru Imlek 2026. Dengan perayaan yang jatuh pada 17 Februari mendatang, para peritel melaporkan adanya “ledakan belanja” yang didorong oleh arus pengunjung dari Singapura. Fenomena ini menandai awal yang kuat bagi kampanye ambisius Visit Johor Year 2026.

Tren Belanja Lintas Batas

Kerumunan akhir pekan di titik pemeriksaan bea cukai telah memberikan dampak positif bagi destinasi belanja utama di Johor. Peritel di Mid Valley SouthkeyParadigm Mall JB, dan Toppen Shopping Centre mencatat peningkatan signifikan pengunjung asal Singapura. Para pembelanja ini berbondong-bondong memanfaatkan nilai tukar mata uang yang menguntungkan serta beragamnya pilihan barang kebutuhan pesta yang tersedia di Malaysia.

Analis industri menunjukkan bahwa kedekatan geografis menjadikan Johor Bahru sebagai pusat belanja terpadu untuk kebutuhan hari raya. Mulai dari camilan tradisional dan parsel Imlek hingga pakaian desainer dan dekorasi rumah, kota ini berhasil memposisikan dirinya sebagai pusat regional untuk persiapan liburan.

Bazar Meriah dan Pasar Khusus

Untuk memenuhi permintaan yang meningkat, pusat perbelanjaan di seluruh kota telah menyulap area lobi mereka menjadi bazar meriah yang megah. Sutera Mall dan Paradigm Mall JB saat ini menyelenggarakan pameran besar yang menampilkan puluhan stan. Pasar-pasar ini menawarkan segalanya, mulai dari kuih kapit (kue semprong) tradisional hingga makanan laut premium impor dan pohon bunga sakura dekoratif.

Pusat tanaman dan grosir bunga lokal juga melaporkan lonjakan pesanan. “Kami mulai melihat peningkatan permintaan untuk bambu rejeki dan krisan sejak pertengahan Januari,” ungkap salah seorang pemilik toko bunga lokal. “Permintaan dari pelanggan Singapura yang berkendara lintas perbatasan untuk membeli bunga segar sangat kuat tahun ini.”

Visit Johor Year 2026: Katalis Strategis

Ledakan belanja ini sejalan dengan peluncuran program Visit Johor Year 2026 oleh pemerintah negara bagian. Inisiatif ini menargetkan kunjungan 12 juta wisatawan sepanjang tahun dengan target pendapatan https://www.kabarmalaysia.com/ pariwisata sebesar RM42 miliar. Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi ujian besar pertama bagi infrastruktur pariwisata negara bagian tersebut.

Untuk memfasilitasi arus pengunjung, otoritas setempat telah berupaya menyederhanakan proses bea cukai, meskipun wisatawan tetap disarankan untuk memantau lalu lintas melalui Kamera Lalu Lintas Causeway sebelum memulai perjalanan.

Proyeksi Ekonomi

Periode meriah ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi lokal. Meskipun sektor perhotelan sempat mengalami awal yang tenang pada Januari, pemesanan hotel untuk dua minggu pertama Februari kini hampir mencapai kapasitas penuh. Menyambut tahun baru ini, sektor ritel Johor Bahru tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga menetapkan standar tinggi untuk kalender pariwisata 2026.